Posted by: biru langit | 12/23/2012

PIDATO PERTANGGUNGJAWABAN DEWAN JURI SAYEMBARA MENULIS NOVEL DKJ 2012

Image

Berikut adalah kutipan dari pidato A.S. Laksana (Ketua Dewan Juri Sayembara Menulis Novel DKJ 2012). pada beberapa bagian ada yang tidak jelas sehingga saya hanya menandai dengan …. (titik-titik)..
mudah-mudahan dari sini bisa menjadi bahan evaluasi dalam mengikuti sayembara menulis novel DKJ berikutnya. satu hal yang pasti (teringat nasehat pak Bambang Trim, Kang Ali Muakhir dan Mas Obet (Tasaro), para penulis pemula biasanya sangat idealis, merasa tulisannya sangat bagus, tema naskahnya sangat lain dan baru dan sempurna. pada saat mendapat kritikan acap kali egonya yang lebih banyak bicara). Saya sendiri berharap bagi siapa pun yang membaca petikan pidato ini dan ikut sayembara menulis novel DKJ 2012 dan tidak jadi pemenang. menjadi lebih legowo, berlapang dada, mengevaluasi diri dan berusaha menjadi lebih baik lagi. bukannya menyalahkan dewan juri karena tidak menjadi pemenang. dan membanggakan diri karena merasa naskahnya yang paling RUARRR BIASA. saya sendiri bukanlah salah satu pemenangnya. Tapi mendengar pidato A.S Laksana sendiri saya jadi memahami apa kekurangan-kekurangan saya. 

“PETIKAN PIDATO DEWAN JURI SAYEMBARA MENULIS NOVEL DKJ 2012”

“… terdapat 250-an naskah yang lolos seleksi administrative panitia. Tiap-tiap naskah mendapat perhatian yang sama.  Juga alokasi waktu yang sama untuk dikaji. Namun hal yang lain yang juga tidak salah. Setiap novel yang bagus niscaya memikat sejak halaman pertama. Setiap karya yang baik akan memukau sejak …..”

Sebagian besar naskah masih memperlihatkan kekurangan  yang tampaknya itu-itu saja dari tahun ke tahun …, Penokohan yang tidak berkembang baik. Penggunaan bahasa asing yang terkesan bergenit-genit tanpa tujuan fungsional yang jelas serta peran yang nyata dalam membangun cerita.

Ketidak rapihan dalam berbahasa Indonesia mulai dalam ejaan, kesalahan tanda baca dan pilihan kata yang tidak tepat sampai penggabungan kalimat yang tidak dilakukan secara tangkas.

Fokus cerita juga kebanyakan, banyak yang terpecah sehingga tidak menjadi cerita utuh. Tema-tema percintaan anak muda yang  tidak memiliki pesan lain selain pertengkaran dan rujuk, patah hati, ketemu jodoh serta tema-tema …… lainnya bermunculan. khususnya dalam naskah-naskah yang menampilkan tokoh remaja dan bernuansa teenlit.  Selain itu, banyak terkait dengan dakwah agama yang tidak dikemas secara dinamis serta komplek. Tema-tema dakwah ini  pada umumnya sarat dengan khotbah, ayat-ayat suci dan penobatan yang disampaikan secara signistik, linear dan ….

Naskah2 ini belum memenuhi syarat untuk disertakan dalam lomba seperti sayembara menulis novel DKJ ini dan barangkali perlu dicarikan wadah lain yang lebih sesuai. Kebanyakan penulis juga tidak mampu membedakan antara dialog dalam fiksi dan …. Sangat banyak yang menyusun dialognya dalam bentuk yang menyerupai  transkripsi belaka dari percakapan sehari-hari.

Hal lain, kepedulian terhadap situasi actual dengan mudah menjebak para penulis untuk menyusupkan fakta jurnalistik tanpa pengolahan. Fakta-fakta jurnalistik itu disampaikan mentah-mentah begitu saja dan sekadar menjadi point fungsional atau komentar social atas fakta-fakta. Keringkasan penyampaian juga masih menjadi masalah pada naskah dalam beberapa kasus kami bahkan bisa secara ekstrim mengatakan bahwa informasi yang disampaikan hanya lima. Tapi bisa disampaikan panjang berlarut-larut menjadi satu bab. Fiksi yang baik tidak pernah menghadirkan hal semacam ini.

Dari banyak naskah dengan kelemahan-kelemahan elementer tersebut. Kita dapati ada yang menawarkan upaya-upaya exsperimental. Satu dua sesungguhnya cukup menjanjikan tetapi  percobaan bentuk tanpa kecakapan akal sama dengan acrobat yang ceroboh dan sembrono. Dengan pemandangan seperti itu. Pada kebanyakan naskah seleksi awal  dirapat kedua kami saling mencocokan judul –judul yang dijagokan oleh masing-masing juri.  Hasilnya ada 30 karya yang kami peras lagi menjadi 20 naskah terbaik berdasarkan kriteria penggunaan bahasa Indonesia yang taat asas dan dinamis, eksplorasi yang mengandung orisinalitas. Serta  penggarapan tema yang serius dan intens. Ke 20 naskah inilah yang kami baca ulang untuk dipertarungkan. Dengan perpanjangan waktu sekitar 3 jam. Akhirnya kami mendapatkan 5 naskah yang dengan nomor urut penerimaan naskah

Semusim dan semusim lagi nomer urut 54 ditulis dengan intens serius, exsplorative dan mencekam. Disamping deskripsinya yang cenderung ensiklopedis, mampu mempertahankan konsistensi dan koherensi dari awal hingga akhir. Penokohan berkembang secara bulat dan utuh. Memanfaatkan berbagai satir dengan kaya dan optimal. Pengarangnya bekerja dengan teliti dan memperlihatkan kepedulian terhadap penggunaan bahasa Indonesia secara rapi. 

Kei nomer 97 memukau karena pengarang menuturkan lewat penokohan yang dinamis dan mendalam, pengelolaan alur yang intens dan komplek tanpa menjadikan jalan cerita hilang. latar yang dipilih pengarang berpadu secara selaras dengan konflik utama dalam cerita. Akan tetapi penggunakan kosa kata dalam bahasa local yang disertai terjemahan dalam bahasa Indonesia yang dibawakan dalam kurung. Mengganggu kelancaran aliran naratif. Namun demikian diluar persoalan-persoalan porsi bahasa daerah masih memperlihatkan kecakapan pengarangnya dalam bercerita.

Dasamuka nomer 139, mengangkat elemen-elemen tradisi dan cerita rakyat dengan tema modern dan  Penokohan yang digarap secara canggih. Sehingga terjadi linear fungsi antara tradisi dan moderitas pada tatanan bentuk maupun tematik. Namun naskah ini masih mengandung sejumlah ketidak telitian dalam berbahasa dan konsistensi bercerita.  Ada beberapa bagian yang tidak terjelaskan atau tergarap sebaik bagian-bagian lainnya. Penokohan masih bisa ditingkatkan secara lebih optimal untuk menghasilkan cerita yang berbobot lebih tinggi.

…185 adalah sebuah naskah yang istimewa baik dari segi penceritaan maupun bahasa. Naskah ini mampu menghadirkan naratif dan konflik secara puitif mengalir dan indah. Pilihan latar dan temanya cukup… tapi pengarangnya berani menempuh jalan riskan itu dan menciptakan  kisah dan sosok-sosok tokoh yang hidup. Porsi penggunaan … tidak sampai mengganggu pembacaan. Dan bahasa Indonesia  digunakan secara rapi dan berhati-hati. Kendati demikian naskah ini masih lebih jauh lagi. Khususnya dalam menampilkan segi-segi tertentu kehidupan masyarakat local yang menjadi sorotan naskah ini. Tak terhindar dari pembentukan atau pengukuhan stereotype atas masyarakat local yang menjadi subjeknya.

….Panjang tentang jarak kita yang jutaan tahun cahaya nomer 202, adalah meninggalkan … positif karena kemampuannya membangun naratif yang konsisten dan intens sepanjang cerita. Dibutuhkan penguasaan bahasa Indonesia yang…. Pengarang tampak jelas memiliki kematangan dalam mengolah teknik dan kata untuk membuat cerita menjadi menarik dan dengan cepat berubah menjadi membosankan. Akan tetapi dominasi narasi terasa sangat … dan akibatnya sosok tokoh tidak sungguh-sungguh dapat dimunculkan dan optimum. 

Demikian pemandangan dari kami, dewan juri dan pertanggungjawaban kami malam ini…”

 

Satu hal yang perlu digaris bawahi bahkan dicetak tebal “Naskah2 ini belum memenuhi syarat untuk disertakan dalam lomba seperti sayembara menulis novel DKJ ini dan barangkali perlu dicarikan wadah lain yang lebih sesuai“. Naskah yang tidak berhasil minimal masuk 20 besar lebih baik disertakan dalam lomba yang lebih sesuai dengan temanya. So.. jangan menyerah…. Semangaatttttt…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: