Posted by: biru langit | 10/04/2011

JADI GERSANG DAN TAMBAH MACET

seminggu yang lalu masih tegak berdiri, hanya saja garis silang merah sudah menandai seluruh barisannya. Dan sekarang hampir sebagian besar hanya tersisa cekungan tanah yang lumayan cukup dalam. apalagi didepan mall Klender. tadi malam saya lihat sudah gundul hiks..(sedih: mode on). yang saya maksud adalah pohon-pohon disepanjang jalan pondok kopi-I Gusti Ngurah Rai. padahal alasan saya kenapa memilih jalur ini setiap pulang pergi ke kampus di Cempaka putih karena masih banyaknya pepohonan. sepanas apapun udara disiang hari. kalau masih banyak pepohonan rasanya lumayan sedikit bisa ngadem sambil lalu.

memang tujuannya sangat bagus, karena rencananya disini jalur busway koridor 11 akan dibangun seperti permohonan doa restu yang tertulis di beberapa spanduk. koridor 11 ini akan menghubungkan Pulo Gebang – Kampung Melayu. Yang tentunya akan semakin mempermudah akses penduduk ke lokasi strategis di Ibukota.

Tapi saya agak sulit membayangkan bagaimana nanti kedepannya. Karena sebelumnya pun, saat saya mulai sering melewati jalur ini (Kranji-Pondok Kopi-Klender) menuju kampus dari tempat tinggal saya di Bekasi. Selain sempit, setiap kali saya lewat macet hampir selalu mewarnai jalur ini. Memang sih tidak separah jalur Pulogadung atau jalur depan (istilah saya dan beberapa teman). Selama pembangunan koridor 11 ini saja kemacetan jadi bertambah semakin parah. Apalagi nanti pas koridor 11 sudah jadi yang akan membagi jalan sehingga mempersempit jalan untuk kendaraan selain busway. gak kebayang deh Koasi, Metromini, sepeda motor saling berebut. Duh…

Serba salah memang. dilain sisi pembangunan sangat penting. Tapi pastinya banyak yang dikorbankan seperti pepohonan disepanjang jalur koridor 11 yang nantinya akan berada. Bahkan kalau tidak salah banyak Pohon Asem Kranji yang terbilang sangat langka yang juga ikutan ditebang. sangat disayangkan karena begitu gampangnya menumbangkan pepohonan padahal butuh waktu yang sangat lama untuk ia bisa berdiri tegak. mungkin tidak akan jadi masalah kalau saja pohon dapat tumbuh dengan instan.

Entah kapan kita bisa pulang dari supermarket dengan sekantung benih pohon-pohon yang langka. Tinggal buka bungkus benih pohon, masukkan ke tanah, tuang secangkir air lalu voila… pohon langkai langsung tumbuh setinggi 50 meter (ngimpi: mode on). Kayaknya Jalur Pulogadung bakal jadi pilihan lagi nih (sambil tersenyum masam)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: