Posted by: biru langit | 10/12/2009

[catatan Erma Yulihastin] Sandal Jepit

Sandal Jepit

sendal jepit

Sandal jepit itu aku yakin pada awalnya berwarna putih. Tapi, jika kudekati, warnanya adalah abu-abu dengan bagian ujung atas sandal kiri tampak lengkungan-lengkung an putih bersih yang dikelilingi oleh abu-abu buram berjumlah empat, mirip sekali dengan hasil cetakan empat jari kaki pada mainan lilin yang dibuat anak-anak. Bekas jari kaki yang putih bersih itu membuat permukaan sandal seakan-akan memiliki tekstur cembung tiga dimensi, padahal jika diraba rata sempurna.

Tebal sepasang sandal itu, aku jamin, tak lebih dari dua centimeter atau seujung lengkungan ibu jari. Warna sandat (tali paut) pada sandal sebelah kiri adalah hijau terang, sementara sandal kanan biru gelap. Tali paut pada bagian tengah sandal kanan diikat dengan tali rafia kuning terang yang terburai sekenanya dengan panjang buraian lebih dari lima centimeter.

Kawan, jika ada orang yang bertanya apakah warna sepasang sandal jepit yang tergeletak di depan pintu ruangan bosku siang ini, sungguh, aku pasti bingung. Warnanya putih, abu-abu, hijau, biru atau kuning?

Dapatkah engkau, kawan, membayangkan lelaki seperti apakah bosku itu?

catatan ringan di kantor, 9 Oktober 2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: