Posted by: biru langit | 10/05/2009

suara nyamuk

by zaki fath
zaki fath

Apakah sejak dahulu

suara nyamuk itu selalu

menjengkelkan?

Mungkinkah mereka hanya

pikiran-pikiran perut

siasat-siasat sibuk

yang terusir lalu mampir

mencari pengakuan?

Bagaimana jika mereka

justru rahasia dari irama

atau aroma

kehidupan?

Siapa tahu nyamuk itu

sebetulnya juga sedang berorasi

sempat minum sambil berdiri

dan barangkali sopan mengakhiri

dengan ucapan “Terimakasih Tuan,

Terimakasih Puan!” sebelum

tangantangan bertepuk kencang

dan yang gemuk di antara mereka

merah

kekenyangan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: