Posted by: biru langit | 10/05/2009

silaturahmi ke rumah mas Obet Tasaro di Cipeujeuh (Sindang laut-Cirebon)

berawal dari membaca status di facebooknya mas obet tasaro, september 19 at 07:02 pm
nguber warnet di pinggir Cirebon. Jalur ponsel padat, jadi di sini saja nungguin temen-temen. Met Takbira! Happy Eid Mubarak! Maafkan daku sampai ke hati!
DSC00240kepalaku langsung sedikit dimiringkan. loh cirebon, dimana neh… kebetulan saya juga lagi mudik ke cirebon juga. langsung jemariku bergerak mengklik comment. beres deh setelah commentku muncul distatusnya beliau.

detik terus bergulur berubah ke jam. saya cek lagi distatusnya mas Obet, kok masih belum dibalas. penasaran aku klik-klik lagi diprofilenya. eh tunggu ada sesuatu yang langsung menarik perhatianku.sebuah notes yang diposting tgl 17 september 2009, dengan judul jatuh cinta kepadamu (lagi): panjang tapi penting.

wah ternyata baru kemarin istrinya mas obet melahirkan. langsung dengan tidak sabar jemari tanganku menekan menu di henpon lau contact dan mengetik nama tasaro, tombol ok pun ditekan dan…..
saking senengnya membaca kabar tersebut kayaknya saat itu suaraku ditelpon sambai beberapa desibel nyaringnya. mungkin mas obet menerima teleponku sambil menjaga jarak antara henpon dan telinganya menghindari suaraku yang fals gak puguh.

selidik punya selidik ternyata istri mas obet yang baru saja melahirkan jagoan kecilnya Sena Hamada. tinggal tak jauh dari tempat tinggalku. yakni di desa Cipeujeuh-blok Pradenan. dekat dengan sekolahku dulu. singkat cerita aku langsung menghubungi para peserta KMKT (kelas menulis karya terobosan) terdekat. Mughits Rifai dan Wianti Aisyah.

hari kamis besoknya, 25 september 2009. pagi-pagi sekali saya langsung melincur ke Buntet dulu ke tempat Mughits. Sedang Wianti rencananya bakal ketemuan di rumah teh Alit-istrinya mas Tasaro jam 11 nanti.
samapi di rumah mughits malah dijamu dulu dengan masakan rumahan. padahal sudah makan tapi apa daya. sayur asemnya terlalu menggugah selera sih…

jam 11 aku dan mughits menuju rumah mas obet. tadinya terbayang sosok mas obet saat diluaran itu layaknya para penulis terkenal yang wuah…. mengingat setiap kali pertemuan dengannya di Bandung ya kesannya seperti itu. tapi begitu ketemu ternyata sosoknya tetap terlihat bersahaja banget. nggak salah nih kataku dalam hati. dengan kemeja batik warna coklat yang indonesia banget. gak salah apa yang sahabat-sahabat mas Obet sering katakan.(ada di cerita sahabat)didalam rumah wianti yang diantar kakaknya sudah lebih dulu sampai rupanya.

obet tasaro

melihat mas Obet begitu bangganya memperlihatkan Satrianya. duh gimana gitu… kapan ya saya juga…. :-d

ngalor-ngidul kami bercerita sampai tak terasa sudah jam dua siang. selain dapat tambahan ilmu kepenulisan hari itu. juga dapat info teman-teman menulis karya terobosan yang sudah setor naskah maupun yang menyusun ulang konsepnya. duh kapan juga ya naskahku jadi dan disetor ke salamadani…


Responses

  1. ko enga pulang si //////////////


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: