Posted by: biru langit | 09/21/2009

Mudik.mudik.mudik..

Mudik sudah menjadi kebiasaan yang rutin bagiku setiap lebaran.
Perjalanan menempuh kiloan meter harus ditempuh menuju kampung halaman.
Suka-duka pasti dialami setiap perjalanan mudik.
Kata sebagian orang-orang sih disitulah seninya mudik. Tapi tahun ini rasanya lain banget. Walaupun mudik pake motor tapi masih saja terjebak macet. Saya mudik hari sabtu, 19 september ’09.

Biasanya jarak Jakarta-Cirebon dengan sepeda motor menempuh waktu paling lama 5 jam. Tapi kali saya menempuh 10 jam. Badan rasanya ancur minah. Gak kebayang ya gimana pemudik yg pulang ke jawa timur pake motor.

Diawali rute pemudik motor yang di alihkan ke kiri dari pasar johar-karawang.
Rombongan motor pemudik terus tanpa henti dan kami diantaranya.

Wah.wah.wah kataku dlm hati.kalau terus mengikuti jalur ini Semakin jauh. karena seingatku jalur alternatif ini memutar k kerawang bag dalam. Sementara bayangan kampung halaman sudah menari2 didepan mata. Dengan ratusan motor memenuhi jalan.kecepatan yang bisa didapat hanya sekitar 40-50 km per jam. Duh kalo gini mau sampai jam berapa di rumah.

Karena pernah beberapa kali main ke rumah teman di karawang. Sehingga sy tahu sedikit jalur2 memotong. Dan begitu sampai daerah waleri kalau gak salah. Sy teringat jalan yg menuju kosambi. Akhirnya sy sepakat dg kakakku yg berboncengan satu motor dgku. Untuk memilih kembali ke jalan pantura.
Melewati jalan yg dikanan kirinya di warnai lahan yg penuh dg tanaman palawija. Motor kami terus melaju ke arah kosambi. Sampai kosambi jalan raya terlihat lengang. Wah senangnya dalam hati. Motor kembali melaju sampai full. He.he.he.. Cikampek tinggal hitungan menit.

Bro,sepatah kata terucap dari mulut kakakku. Di jalur kiri antrian kendaraan roda empat diam tak bergerak. Di trotoar dan pembatas jalan. Berdiri para penumpang bahkan duduk2 dg wajah jenuh di teriknya matahari. Dengan cepat motor mengambil jalur kanan dekat pembatas jalan. Mengikuti motor2 lain yg sudah lebih dulu melaju disana.

Tapi, sekali lagi tapi. Begitu sampai didepan cikampek mall. Kanan kiri jalur jalan dipenuhi kendaraan roda diam tak bergerak.
Aduh… Langsung kami balik arah lagi dan mengambil jalan memotong menuju ke Cikalong. Udah mana muter-muter.jalannya masih tanah. Sehingga debu2 beterbangan setiap motor maupun mobil melintas d jalan tsb.

Tubuh kami terguncang hebat di jalan yang dipenuhi dengan bebatuan dan kerikil. Dan kami juga harus hati2 karena kerikil membuat ban motor mjd licin.
Keluar dari cikalong,kemacetan menghadang sampai ke ciasem-subang. Semua Pom bensin yg berada di sepanjang jalur ini kehabisan stok premium dan baru ada lagi di pom bensin jalur ciasem dst. Untungnya motorku sudah diisi full. Jadi tak perlu bingung2.

Sepanjang kemacetan Supaya bisa tetap jalan, motor harus mengambil sisi kiri. Walaupun tetap saja dengan kecepatan max 20-30 km perjam. Debu2 memenuhi sekujur badan dan motor dalam sisa perjalanan kami menuju cirebon. Alhamdulillah jami sampai dg selamat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: