Posted by: biru langit | 08/31/2009

INFO PENTING BUANGET (TENTANG LOMBA KEPENULISAN)

Memang ini bukan tulisan saya. tulisan ini saya ambil dari blognya Jonru. tapi penting banget buat yang hoby nulis en hoby kirim-kirim karyanya. mangga silakan dibaca. atau kalau mau baca yang aslinya di jonru.net

Kata Bang Napi, waspadalah! Waspadalah!

Di dunia penulisan, banyak penerbit atau perusahaan tak jelas yang suka mengirim publikasi ke milis-milis, menginformasikan bahwa mereka butuh naskah, dan menerima naskah dari siapa saja.

Lucunya, mereka hanya mencantumkan alamat email, tanpa adanya identitas yang jelas (alamat, nama perusahaan, nomor telepon, dan sebagainya).

Kita bukannya curiga, tapi berhati-hati tentu penting, bukan?

Bagaimana jika naskah anda jatuh ke tangan orang yang tak jelas? Apakah dia orang baik? Apakah dia orang jahat yang hobi membajak karya orang lain? Tak ada yang bisa memastikan, bukan?

Beberapa minggu lalu, sebuah email seperti ini masuk ke milis PenulisLepas. Si pengirim mengaku dari perusahaan tertentu. Ketika ada anggota milis yang bertanya, “Ini dari perusahaan mana, adakah nomor telepon anda?” Dengan amat enteng dia menjawab, “Maaf, karena alasan tertentu kami tidak bisa memberitahukan identitas kami.”

Wah! Gile bener ini orang!

Dan kemarin, orang dengan jenis yang sama mengirimi saya email, meminta tolong untuk mempublikasikan lomba penulisan novel di situs PenulisLepas.com.

Karena dia juga tak mencantumkan identitas yang jelas, saya pun memintanya.

Tapi apa jawaban dia? Beginilah:

Maaf saya tidak bisa memberikan nomor telephone kantor kami jika untuk ditampilkan. Kami mempunyai alasan sendiri untuk tidak memberikan alamat serta nomor telephone kantor kami. Selain itu kami juga takut jika peserta mengirimkan surat ataupun menelephone kantor kami. Namun jika untuk urusan pendataan di penulislepas.com kami bisa memberikan nomor telephone kantor kami. Mohon di mengerti Pak.

Sekali lagi maaf…

Regards

Waduh, please deh! Kenapa harus takut ditelepon oleh peserta lomba? Alasan yang sangat aneh!

Dan jika dipikir-pikir, isi publikasi lomba mereka tak kalah aneh sebenarnya:

Lomba penulisan novel (jakarta)

==> ingat ya.. ada kata “jakarta” di situ

Z***** publishing mengadakan lomba penulisan novel. Perlombaan ini dapat di ikuti oleh semua kalangan. Adapun syarat2nya sbb :

1. Tema bebas

>> ya, oke kalau temanya bebas. Tapi apa tidak ditentukan novel ini untuk remaja atau anak-anak atau dewasa? jenis drama atau misteri atau komedi atau apa gitu? masa untuk lomba tak ada persyaratan seperti ini? Aneh banget!

2. Tidak mengandung SARA, pornografi, pornoaksi.

3. Panjang halaman minimal 150 halaman

===> ok deh, yang beginian sudah biasa! tak ada yang aneh.

4. Di ketik rapi 1,5 spasi, menggunakan font times new roman, 12 pt.

Kirimkan karya anda + Sinopsis + biodata lengkap via email z***** @ yahoo.com paling lambat 31 Januari 2007 (diperpanjang dari 31 November 2006).

===>> oh, kenapa harus dikirim via email? Apa mereka gak bakal mabok, jika harus membaca ratusan novel via layar komputer? Mikir dong ah! Ini adalah persyaratan lomba yang aneh bin ajaib!

Biasanya, untuk lomba novel, panitia hanya bersedia menerima naskah via pos, karena mereka sadar bahwa membaca novel via layar komputer tentu amat melelahkan. Satu novel aja bisa bikin teler. Apalagi jika mereka misalnya menerima kiriman 500 novel dari 500 peserta lomba.

busyet dah!

Pengumuman pemenang via telephone tanggal 20 Maret 2007.

===> o, berarti publik tak akan tahu tentang pengumuman ini kan? Soalkankan cuma via telepon.

Adapun hadiah2nya sebagai berikut :

===> eits… tunggu dulu..
sabar dong.

Gimana dengan nasib naskah para peserta? Akan diterbitkan di mana? bagaimana dengan royaltinya? Bagaimana dengan ini dan itunya? Kok tidak dijelaskan sama sekali?

Ini adalah informasi lomba yang aneh, sebab info yang ditampilkan sangat minim. Sangat tidak memadai. Makin mencurigakan saja!

1. Juara I mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 20.000.000, sertifikat dan mendapatkan voucher belanja 2.500.000

2. Juara II mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 15.000.000, sertifikat dan mendapatkan voucher belanja sebesar Rp 1.500.000

3. Juara III mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 10.000.000, sertifikat dan mendapatkan voucher belanja sebesar Rp 750.000

4. 3 juara harapan mendapatkan hadiah uang sebesar @ Rp 5.000.000, sertifikat. dan mendapatkan voucher belanja sebesar Rp 500.000.

>>> wow! hadiahnya gede banget! Ini adalah lomba penulisan novel dengan hadiah terbesar yang perrnah saya dengar.

Seharusnya, hadiah sebesar ini hanya mampu diberikan oleh sebuah lembaga atau perusahaan besar, dengan sponsor yang besar pula.

Dan kalau mereka memang besar, seharusnya mereka dengan bangga menunjukkan jati diri mererka. Tapi ini? Mereka malah sengaja bersembunyi.

benar-benar aneh!

Keanehan berikutnya:
mereka menyebutkan bahwa pemenang akan mendapat voucher belanja. Belanja di toko mana nih? kok tidak disebutkan?

TUnggu apa lagi!!! Kirimkan karya anda sekarang juga.

===> saya menunggu kejelasan dari anda, tahu!

PS : Tidak diadakan surat-menyurat ataupun menanyakan telephone panitia lomba, sebab Panitia lah yang akan menghubungi anda.

===> hiks. sok misterius amat sih loe!

Regard,

D*** M

===> ya, saya tahu. Itu adalah namamu. Tapi apa jabatanmu? Kenapa tidak disebutkan?

Maka saya pun membalas emailnya tersebut dengan tegas:

Jika Pak D*** tidak bersedia mencantumkan alamat dan nomor telepon, mohon maaf kami juga tidak bisa memuat publikasi dari anda.

Dan tahukah anda, apa jawaban dia? Ini dia:

Owh saya bisa mengerti. Nomor telephone perusahaan saya 031-5936***. Alamat : Jalan Perum Menur Pumpungan No ** Surabaya Timur. Namun untuk mengirimkan karya-karya cukup via email saja ya, Pak.

===> oke, untuk sementara saya lega.

Tapi eits.. tunggu dulu!!!

Di atas dia menyebutkan

Lomba penulisan novel (jakarta)

tapi kenapa dia kok memberikan alamat Surabaya? Apa maksudnya? Bisakah anda memecahkan teka-teki ini? Hihihi….

Karena penasaran, saya pun menghubungi seorang teman di surabaya (maaf, demi alasan keamanan, saya tidak bisa memberitahu nama teman tersebut. Kalau pun anda tahu, mohon untuk tidak ditulis di sini ya. SImpan di hati saja) untuk menelepon ke nomor di atas. Dia sudah menyanggupi.

Tapi karena tidak sabaran, maka barusan saya menelepon sendiri ke sana. Interlokal gitu lho. Dari warnet, habis sekitar Rp 9.200. Tapi tak apalah, demi memuaskan rasa penasaran saya.

Dan tahukah anda, apa yang saya dapatkan?

1. rumah tersebut adalah kediaman om agus dan mbak lili

2. itu adalah rumah tinggal biasa, tak ada perusahaan apapun di sana.

3. Si penerima telepon sempat menyebutkan bahwa rumah tersebut berada di kompleks mana gitu (saya lupa). Tapi yang jelas, nama kompleksnya tidak sama dengan alamat yang diberikan oleh si D***M itu.

Barusan, saya juga sudah men-trace IP address yang tercatat di email orang tersebut. Dan hasilnya adalah:

descr: PT. Broadband Multimedia, Tbk
descr: Internet Service Provider
descr: Broadband and Multimedia Services
descr: Citra Graha Building 4th Floor
descr: Jl. Gatot Subroto Kav 35-36
descr: Jakarta – Indonesia

Oh, ternyata dia pake kabelvision Jakarta.

Artinya: dia ada di jakarta, bukan surabaya!!!

Nah, sekarang, silahkan anda menyimpulkan sendiri.

Saran saya cuma satu, mirip seperti saran Bang Napi:

Kejahatan bukan hanya terjadi karena ada pelakunya, tapi bisa juga karena kita terlalu mudah percaya dan terpedaya pada ucapan atau trik jahat para penjahat tersebut.

ternyata si D***M tersebut masih membalas email saya, siang tadi.
Dan saya tersenyum geli ketika membacanya, karena banyak sekali kejanggalan di dalam email balasan tersebut.

berkut saya cantumkan:
Yth. Pak Jonru

saya akan menjelaskan satu-persatu tulisan anda di blog anda. Mungkin menurut bapak perlombaan yang kami adakan terkesan aneh, hal itu bisa saya pahami. Begini Pak, jujur saja perusahaan penerbitan kami baru di buka dan memang berada di surabaya. Tepatnya ada di alamat yang kami tuliskan kemarin.

Lalu mengapa pertama kali kami menolak memberikan nomor telephone? itu karena nomor telephone kantor kami sedang mengalami gangguan.

====>> mengalami gangguan? Hihihi.. nice try!
Emangnya para peserta akan menelepon hari ini? Mungkin mereka akan menelepon besok atau minggu depan atau dua bulan lagi, ketika saluran telepon anda sudah diperbaiki.

Lagipula ketika tadi saya telepon, kok bisa nyambung? Tak ada gangguan apapun, tuh!

Lalu alasan kami meminta peserta mengirimkan karya via email, mengapa hadiahnya besar sekali, mendapatkan voucher belanja lalu belanja dimana? Itu semua salah saya, karena saya kurang menjelaskan kepada bapak.

Begini Pak, perlombaan ini kami adakan karena kami mendapatkan sponsor besar dari perusahaan besar di Jakarta.

===> apa nama perusahaannya, om? sebutin dong ah! Bikin penasaran aja lu!

Yang membuat pengumuman perlombaan tersebut juga dari perusahaan di Jakarta tersebut, begitu juga dengan email kami yang buat adalah Pak Setiawan di Jakarta.

====>>> hohoho.. betapa lucunya!

Jika misalnya penerbit gramedia mengadakan lomba dan mendapat sponsor dari Telkomsel, apakah pihak Telkomsel yang akan menulis info lombanya?

Hihihi…..!!!

Untuk soal hadiah voucher belanja, peserta bisa berbelanja di matahari. sedangkan untuk bagaimana royaltinya. Seperti penerbit biasa lainnya yang membagikan royalti sebanyak 10 % dari keuntungan setiap 6 bulan sekali.

Apa alasan kami meminta peserta untuk mengirimkan karya mereka melalui via email, hal ini di maksudkan supaya lebih praktis (itu maksud kami) karena kami berpikir semua orang pasti tahu komputer dan bisa main internet.

===> Siapa bilang? Masih banyak kok, orang yang belum kenal internet dan komputer!

Lagipula menurut kami jika kami meminta peserta untuk mengirimkan karyanya melalui via pos, seringkali karya peserta tidak sampai ke tangan kami (bukannya curiga dengan kantor pos / pegawai kantor pos). Saya lakukan ini semua karena saya pernah mengalami kejadian serupa ketika saya mengirimkan karya saya melalui via pos.

===> kalo misalnya peserta tidak percaya pada kantor pos, kan masih ada TIKI, DHL, dan sebagainya? Lagipula, buat apa sih anda memikirkan hal-hal seperti ini? Terserah peserta dong, mau kirim lewat jasa kurir mana!

Kalau karya peserta sudah tidak sampai ke tangan kami, lalu peserta menelephone dan menanyakan apa karya nya sudah sampai / belum ke tangan penerbit, dan kami menjawab belum sampai. Kami memikirkan perasaan dari peserta lomba tersebut.

===>> Kalau karya peserta sudah dikirim tapi tak sampai di tangan anda, anda tak usah takut bos. Itu menjadi tanggung jawab si tukang posnya. Apa yang harus anda khawatirkan dalam hal ini? Ada-ada saja, deh.

Selain itu jika mengirimkan karya melalui via pos, itu berarti peserta harus mengirimkan beratus-ratus halaman pada kami. Singkat kata, peserta harus mengeluarkan kocek yang nggak sedikit jumlahnya.

===> ya, itu sudah resiko penulis. Lagipula, biaya untuk hal2 seperti ini tidak seberapa, kok. Tidak sampai Rp 1 juta. hihihi…

Tapi kalau via email peserta akan lebih irit, lebih praktis dan lebih efisien serta lebih terjamin keselamatan karyanya jatuh ke tangan penerbit yang tepat.

===> lebih terjamin?
Ngaco lu ah! Justru kalau dikirim lewat email, lebih mudah dan lebih cepat kalo mau dibajak. Tulisan tercetak memang masih bisa dibajak, tapi akan lebih lama dan lebih repot prosesnya.

Jika peserta yang ikut 500 dan mereka mengirimkan semua karya-karyanya via email, maka akan ada 500 novel tentu saja itu amat melelahkan tapi kami bisa memprint karya-karya tersebut, lalu kami dan sponsor menilai layak atau tidaknya karya tersebut untuk di muat.

===> hohoho…
sejak kapan pihak sponsor ikut-ikutan menilai naskah lomba?
emang tak ada jurinya ya?

Kemudian mengenai pengumuman pemenang, mulanya kami akan menelephone satu-persatu peserta yang menang, lalu kami akan meminta mereka untuk datang di acara pemotongan tumpeng, tentu saja akan diliput oleh berbagai media elektronik dan media cetak.

====>> diliput oleh berbagai media? Wah.. asyik banget dong.

Kalau ada liputan media, berarti sebenarnya anda sudah berani menunjukkan jati diri anda, kan? Tapi kenapa sekarang masih sembunyi sembunyi???

Dan eits.. tunggu dulu?

Sejak kapan ada pengumuman lomba novel yang diliput oleh berbagai media elektronik dan cetak? Emang George Bush bakal hadir di sana ya? Hihihi…
Makin kaco aja nih orang!

Novel dari pemenang akan kami letakkan di toko-toko buku terkemuka di Indonesia seperti Gramedia, Gunung Agung, Karisma dan lain-lain.

Kami memang bangga menunjukkan jati diri kami, sama sekali nggak bermaksud menyembunyikan jati diri kami sendiri.

===> kalo bangga, kenapa sejak awal main petak umpet? Semakin aneh deh lu ini!

Saya D***M, jabatan saya di z***_publishing sebagai managing editor.

Demikian jawaban dari pertanyan2 bapak, kami harapkan bapak puas dengan jawaban kami….

Terima kasih,

D***M
Managing Editor
Z**** publishing

===> sama-sama pak
tapi sepertinya kita tak berjodoh deh

hehehehe…

Jonru


Responses

  1. Pengalaman yg mencengangkn..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: