Posted by: biru langit | 08/28/2009

ramadhan tahun ini membekas dihati

akhirnya setelah rehat yang lumayan cukup lama. puasa on line, ngeblog sampe nggak ngutak ngatik si facebook. baru kali ini mencoba lagi berkutat dengan semuanya tadi. ini pun dipaksa-paksa oleh seorang teman. memang sengaja sih untuk benar-benar istirahat total. setelah dirawat selama satu minggu di rumah sakit karena DBD dan Thypus. ditambah masa pemulihan setelah dirawat otomatis membuatku lebih banyak istirahat. gak ngapa-ngapain. mungkin akibat stres kali ya tugas bikin novel yang gak rampung-rampung. coz banyak banget lubang cerita yang harus ditutup dengan banyak data. sedangkan datanya itu yang belum dapet-dapet.

sampai sekarang saya belum berani lagi nerusin menggarap calon novelnya. karena ternyata rehat saya itu kurang. begitu menginjak bulan ramadhan, bagi setiap muslim tentu senang dong. bulan yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. temasuk saya, walaupun diwanti-wanti karena kondisi badan yang belum pulih banget tapi yang namanya bulan ramadhan. tentulah saya ingin puasa satu bulan penuh seperti tahun-tahun sebelumnya.

eh baru dapat satu hari, ditambah pas kebetulan giliran masuk kerja shift tiga. badanku langsung ngedrop sampai harus dibawa ke rumah sakit. diinfus lagi ketemu ranjang rumah sakit lagi. tapi yang paling sedihnya adalah saya tidak bisa berpuasa dulu. sedih baget gimana gitu rasanya. sampai hari inipun saya masih belum sanggup berpuasa.
sempat shalatpun hanya bisa duduk tanpa bisa bersujud. jadi setiap kali sujud hanya diisyaratkan dengan mencondongkan badan. memang benar kata Rasulullah. jagalah 5 perkara sebelum datang 5 perkara. nikmat betul rasanya sehat itu. tapi saya jarang menyadarinya. baru setelah kita didera sakit, saya khusunya baru menyadari nikmatnya sehat.

saya juga menghentikan kontak dulu sementara dengan teman-teman KMKT Salamadani dan juga mentor-mentorku yang hebat-hebat. rasanya dengan konsep novel yang ini nggak bisa cepat rampung dalam waktu yang diharapkan. inginnya sih lapor lagi sama mas TAsaro ato kang Riki. saya pingin ganti konsep yang lain. yang risetnya gak perlu bikin helai-helai rambutku rontok. ya kayaknya mending ganti konsep dulu. konsep yang ini untuk sementara diarsip dulu sampai saya benar-benar siap lagi untuk menggarapnya.

untuk semuanya, mohon doa ya moga saya cepat sembuh dan bisa kembali lagi menuangkan ide-ide. dan tentunya menyelesaikan konsep cerita saya menjadi novel. sehingga mengikuti kelas Menulis Karya terobosan Penerbit Salamadani tidak menjadi sia-sia.

jadi inget lagunya D’masive saat terbaring di ranjang rumah sakit.
JANGAN MENYERAH……………….


Responses

  1. Syafakallah… Yang sabar ya.tetap berusaha untuk menyelesaikan novelnya. Jangan menyerah!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: