Posted by: biru langit | 06/24/2009

sajak Adhy M. Nuur

seperti janjiku ini adalah puisi-puisinya Adhy. Hmm menarik… hebatlah, dibanding saya yang gak pernah mampu menguntai kata melalui bait-bait puisi. susah euy

addy M nuur

Rumah Kapas

tertegun aku menyaksikan riak langit

mestinya hujan datang sebagai pembawa kabar baik

kemanakah kau akan membawa larik puisiku

mestinya kau telepon atau sms dulu

jangan biarkan aku bertanya pada lumut ganggang

siapa pembuat skenario sesungguhnya

yang telah mengadukan dua mimpi buruk dalam sepasang

penantian

kalau boleh aku berkilah

ingin kutangguhkan saat pertemuan kita

aku belum siap menyelimutimu dengan kenangan

aku tak tega menuntunmu ke arah yang salah

tidak juga untuk merutuk hari yang lambat berjalan

agar aku dan dirimu mashuk dalam kata rindu

andai aku tak mendapati senyummu menjadi pondasi rumahku

kemana lagi harus kucari cerlang matamu

aku sudah jemu menyelusuri kemungkinan-kemungkinan

berikan saja aku kepastian

kapan kita berpisah dan kapan kita tak usah bertemu lagi

padahal di rumah ini

cintamu begitu ringan

melayang dan menggelambir

seekor kucingku takjub memandanginya

hingga langkahmu habis ditelan ujung gang

pintu rumahku akan selalu terbuka untukmu

sebab namamu kini menjadi bagian atap rumahku

Bandung 2008


Ngabungbang

nun,

kukayuh langkah menjelujur jejakmu

akankah rindu menyaru menjadi delta di tengah muara

kalaupun kuhitung kerlip gemintang pada malam ini

mungkin tak cukup sebagai syarat untuk pertemuan kita

hanyalah buih

hanyalah bulan yang sudah gemulai ditelan malam

kutahbiskan satir mimpiku ini untukmu saja

agar kau datang memberiku tafsir kenangan

agar sejenak ombak mejadi senyap

menjadi saksi betapa lamat-lamat cinta bergemuruh

bersahutan dengan angin pasang

nun,

ini cucumu yang lahir dari rahim rangka waktu

yang dibesarkan oleh sulur beringin babad tua

berharap kau datang untuk memberikan restu

sebab esok aku akan menikahi keramat resah

nun,

kirimkan aku seorang bidadari

aku ingin menyusu pada senyumnya

Cisolok April 2009


Kucari Keningnya Biar Kukecupi

malam usai menari tarian jengkrik

pagi-pagi buta kerbau menyambut dengan irama lembut

sepertinya mentari harus dipapah

sarapan kali ini aku membuatkanmu roti isi

ku selipkan bulan tadi malam di atas lembaran kejunya

kubuatkan juga segelas kopi pahit

ku akui aku tak terbiasa mendengar suara terompet

ataupun letusan kembang api

aku hanya mengakrabi bunyi hujan yang membatu

di tengah siang

setelah itu hari dikejar-kejar rintik gerimis

atap rumah bocor

lantai bercak basah dalam genangan kenangan

kukira langit sedang menangisi sebuah kepergian

lalu kecari keningnya biar kukecupi

tahun lalu tak kudapati keningmu

hanya sebuah pesan singkat dengan kata manja

menanyakan kabarku

hanya itu saja

tanpa ditambahi cinta atau sayang

bila esok sore tak ada lagi saat untuk bersamanya

kan kucari

sesosok tubuh yang pernah dapat memberikanku kehangatan

pada beku hari diguyuri kebosanan

sembari kucari keningnya biar kukecupi

Pelabuhan Ratu – Januari 2009


Responses

  1. […] menuju mess LAPAN. gak tahu tuch dimana tadinya. tahunya hanya dekat dari stadion Persib. thanks to Adhy yang udah nganterin walaupun sambil lupa-lupa ingat…kuburan […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: