Posted by: biru langit | 06/09/2009

apalagi setelah membuat naskah?

setelah membuat naskah, terutama bagi penulis baru (termasuk saya) tentu masih diliputi kebingungan. apalagi yang harus dilakukan. tentu inginnya sih karya kita diterima oleh penerbit dan diterbitkan. berikut tips-tips yang saya terima melalui milist. semoga bermanfaat

10 RAHASIA PROPOSAL PENAWARAN NASKAH

1. Identitas diri
Sebelum masuk ke inti naskah yang akan Anda tawarkan, sebaiknya Anda menjelaskan dulu identitas Anda. Sebutkan nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, pekerjaan, hoby, dan sebagainya.

2. Alamat kontak
Alamat kontak hendaknya di taruh di kolom tersendiri. Masukkan semua kemungkinan kontak yang bisa mempermudah pihak penerbit/redaksi menghubungi Anda, seperti alamat rumah, alamat sekolah, alamat tempat kerja, nomor telepon genggam Anda atau keluarga Anda, telepon rumah, hingga alamat email.

3. Riwayat kepenulisan
Sebutkan di kolom ini riwayat kepenulisan Anda. Karya apa saja yang telah Anda publikasikan, baik di media cetak maupun buku. Sebaiknya tulislah riwayat kepenulisan yang berkaitan langsung dengan tema naskah yang akan Anda tawarkan di proposal penawaran naskah tersebut.

4. Tawaran judul-judul
Sebutkan judul naskah yang Anda tawarkan. Kemudian buatlah kolom lain untuk memuat beberapa judul alternatif yang mungkin bisa dipilih oleh redaksi.

5. Draft daftar isi
Cantumkan calon daftar isi dan sebisa mungkin mencantumkan pula perkiraan berapa banyak halaman naskah jadi yang akan Anda tulis. Buatlah judul-judul dalam draft daftar isi tersebut dengan kata atau kalimat yang menarik, menggugah, luar biasa, unik, aneh, dan sebagainya.

6. Sinopsis isi
Sertakan pula sinopsis dari naskah yang Anda tawarkan. Jangan terlalu panjang, antara 4 hingga 10 paragraf sudah cukup. Yang terpenting adalah isi dari sinopsis itu haruslah berupa ‘jantung’ dari naskah Anda, redaksi langsung mengerti bagaimana isi naskah tersebut, penerbit bisa membayangkan bagaimana nantinya buku ini, dan pihak marketing akan mengetahui sasaran captive market atau ceruk pasar karya tersebut.

7. Sasaran pembaca
Sebutkan sasaran pembaca dari naskah yang Anda tawarkan; untuk mempermudah bagian marketing penerbitan membuat analisis pasar. Sebut fokus penjualan ke jenis kelamin apa, usia berapa, tingkat pendidikan, dan latar belakang sosial calon pembaca.

8. Buku pesaing
Jangan segan untuk menyebutkan buku-buku apa saja yang sejenis. Akan tetapi, percaya dirilah untuk menyebutkan apa saja keuntungan, kelebihan, kekuatan, dan perbedaan yang ada di naskah Anda dibandingkan buku pesaing. Yakinkan dengan satu atau dua kalimat yang tegas, misalnya ‘naskah ini memuat kajian terbaru di tahun 2009 dan dilengkapi dengan langkah-langkah sederhana yang tidak pernah ada di buku-buku sebelumnya’.

9. Bantuan promosi dan penjualan
Jangan pernah menganggap bahwa Anda hanya sebagai penulis semata. Sertakan pula rencana promosi dan penjualan yang mungkin bisa Anda bantu ketika naskah Anda di-acc dan diterbitkan. Sebut acara peluncuran buku yang Anda rancang di kampus, berapa banyak buku yang bisa Anda bantu jual, atau strategi promosi di blog Anda. Ini adalah satu langkah yang kerap kali dilupakan penulis ketika mengajukan proposal penawaran naskah buku.

10. Lain-lain
Anda bisa menambahkan dalam proposal penawaran buku tersebut berupa contoh kaver buku, endorsement dari tokoh terkenal, atau dapat pula berupa surat pernyataan bahwa naskah yang akan Anda tawarkan tesebut adalah benar ditulis oleh Anda atau tim Anda.

kang arul
THANKS BUAT KANG ARUL KHAN ATAS TIPSNYA


Responses

  1. Blognya cantik. Isinya bagus.

    Menulis memang perlu dibudayakan, didawamkan!

    Tengoklah http://rupasenirupa.blogspot.com

    Terima kasih

  2. gimana riwayat menulisnya kalau belum pernah publikasi tapi untuk konsumsi sendiri atau orang-orang terdekat aja?
    thanks ^^

  3. Untuk para penulis pemula menurut beberapa penulis senior yg pernah sy temui,tidak perlu khawatir mengenai ini.karena sekarang sudah banyak penerbit yg sangat merespon positif karya para penulis pemula.walaupun memang seandainya kita punya karya yg pernah dpublikasikan bisa djadikan nilai tambah buat kita.hanya saja begitu karya kita selesai.kita harus sabar sebab tidak cuma karya kita yg masuk ke penerbit tapi ada begitu banyak.
    Dan satu hal lagi nasehat dari beberapa penulis senior.jngan berhenti dgn menunggu krya kita yg itu2 saja d penerbit.tapi kita terus menulis dan menulis menghasilan karya yg lain.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: