Image

Berikut adalah kutipan dari pidato A.S. Laksana (Ketua Dewan Juri Sayembara Menulis Novel DKJ 2012). pada beberapa bagian ada yang tidak jelas sehingga saya hanya menandai dengan …. (titik-titik)..
mudah-mudahan dari sini bisa menjadi bahan evaluasi dalam mengikuti sayembara menulis novel DKJ berikutnya. satu hal yang pasti (teringat nasehat pak Bambang Trim, Kang Ali Muakhir dan Mas Obet (Tasaro), para penulis pemula biasanya sangat idealis, merasa tulisannya sangat bagus, tema naskahnya sangat lain dan baru dan sempurna. pada saat mendapat kritikan acap kali egonya yang lebih banyak bicara). Saya sendiri berharap bagi siapa pun yang membaca petikan pidato ini dan ikut sayembara menulis novel DKJ 2012 dan tidak jadi pemenang. menjadi lebih legowo, berlapang dada, mengevaluasi diri dan berusaha menjadi lebih baik lagi. bukannya menyalahkan dewan juri karena tidak menjadi pemenang. dan membanggakan diri karena merasa naskahnya yang paling RUARRR BIASA. saya sendiri bukanlah salah satu pemenangnya. Tapi mendengar pidato A.S Laksana sendiri saya jadi memahami apa kekurangan-kekurangan saya. 

“PETIKAN PIDATO DEWAN JURI SAYEMBARA MENULIS NOVEL DKJ 2012”

“… terdapat 250-an naskah yang lolos seleksi administrative panitia. Tiap-tiap naskah mendapat perhatian yang sama.  Juga alokasi waktu yang sama untuk dikaji. Namun hal yang lain yang juga tidak salah. Setiap novel yang bagus niscaya memikat sejak halaman pertama. Setiap karya yang baik akan memukau sejak …..”

Sebagian besar naskah masih memperlihatkan kekurangan  yang tampaknya itu-itu saja dari tahun ke tahun …, Penokohan yang tidak berkembang baik. Penggunaan bahasa asing yang terkesan bergenit-genit tanpa tujuan fungsional yang jelas serta peran yang nyata dalam membangun cerita.

Ketidak rapihan dalam berbahasa Indonesia mulai dalam ejaan, kesalahan tanda baca dan pilihan kata yang tidak tepat sampai penggabungan kalimat yang tidak dilakukan secara tangkas.

Fokus cerita juga kebanyakan, banyak yang terpecah sehingga tidak menjadi cerita utuh. Tema-tema percintaan anak muda yang  tidak memiliki pesan lain selain pertengkaran dan rujuk, patah hati, ketemu jodoh serta tema-tema …… lainnya bermunculan. khususnya dalam naskah-naskah yang menampilkan tokoh remaja dan bernuansa teenlit.  Selain itu, banyak terkait dengan dakwah agama yang tidak dikemas secara dinamis serta komplek. Tema-tema dakwah ini  pada umumnya sarat dengan khotbah, ayat-ayat suci dan penobatan yang disampaikan secara signistik, linear dan ….

Naskah2 ini belum memenuhi syarat untuk disertakan dalam lomba seperti sayembara menulis novel DKJ ini dan barangkali perlu dicarikan wadah lain yang lebih sesuai. Kebanyakan penulis juga tidak mampu membedakan antara dialog dalam fiksi dan …. Sangat banyak yang menyusun dialognya dalam bentuk yang menyerupai  transkripsi belaka dari percakapan sehari-hari.

Hal lain, kepedulian terhadap situasi actual dengan mudah menjebak para penulis untuk menyusupkan fakta jurnalistik tanpa pengolahan. Fakta-fakta jurnalistik itu disampaikan mentah-mentah begitu saja dan sekadar menjadi point fungsional atau komentar social atas fakta-fakta. Keringkasan penyampaian juga masih menjadi masalah pada naskah dalam beberapa kasus kami bahkan bisa secara ekstrim mengatakan bahwa informasi yang disampaikan hanya lima. Tapi bisa disampaikan panjang berlarut-larut menjadi satu bab. Fiksi yang baik tidak pernah menghadirkan hal semacam ini.

Dari banyak naskah dengan kelemahan-kelemahan elementer tersebut. Kita dapati ada yang menawarkan upaya-upaya exsperimental. Satu dua sesungguhnya cukup menjanjikan tetapi  percobaan bentuk tanpa kecakapan akal sama dengan acrobat yang ceroboh dan sembrono. Dengan pemandangan seperti itu. Pada kebanyakan naskah seleksi awal  dirapat kedua kami saling mencocokan judul –judul yang dijagokan oleh masing-masing juri.  Hasilnya ada 30 karya yang kami peras lagi menjadi 20 naskah terbaik berdasarkan kriteria penggunaan bahasa Indonesia yang taat asas dan dinamis, eksplorasi yang mengandung orisinalitas. Serta  penggarapan tema yang serius dan intens. Ke 20 naskah inilah yang kami baca ulang untuk dipertarungkan. Dengan perpanjangan waktu sekitar 3 jam. Akhirnya kami mendapatkan 5 naskah yang dengan nomor urut penerimaan naskah

Semusim dan semusim lagi nomer urut 54 ditulis dengan intens serius, exsplorative dan mencekam. Disamping deskripsinya yang cenderung ensiklopedis, mampu mempertahankan konsistensi dan koherensi dari awal hingga akhir. Penokohan berkembang secara bulat dan utuh. Memanfaatkan berbagai satir dengan kaya dan optimal. Pengarangnya bekerja dengan teliti dan memperlihatkan kepedulian terhadap penggunaan bahasa Indonesia secara rapi. 

Kei nomer 97 memukau karena pengarang menuturkan lewat penokohan yang dinamis dan mendalam, pengelolaan alur yang intens dan komplek tanpa menjadikan jalan cerita hilang. latar yang dipilih pengarang berpadu secara selaras dengan konflik utama dalam cerita. Akan tetapi penggunakan kosa kata dalam bahasa local yang disertai terjemahan dalam bahasa Indonesia yang dibawakan dalam kurung. Mengganggu kelancaran aliran naratif. Namun demikian diluar persoalan-persoalan porsi bahasa daerah masih memperlihatkan kecakapan pengarangnya dalam bercerita.

Dasamuka nomer 139, mengangkat elemen-elemen tradisi dan cerita rakyat dengan tema modern dan  Penokohan yang digarap secara canggih. Sehingga terjadi linear fungsi antara tradisi dan moderitas pada tatanan bentuk maupun tematik. Namun naskah ini masih mengandung sejumlah ketidak telitian dalam berbahasa dan konsistensi bercerita.  Ada beberapa bagian yang tidak terjelaskan atau tergarap sebaik bagian-bagian lainnya. Penokohan masih bisa ditingkatkan secara lebih optimal untuk menghasilkan cerita yang berbobot lebih tinggi.

…185 adalah sebuah naskah yang istimewa baik dari segi penceritaan maupun bahasa. Naskah ini mampu menghadirkan naratif dan konflik secara puitif mengalir dan indah. Pilihan latar dan temanya cukup… tapi pengarangnya berani menempuh jalan riskan itu dan menciptakan  kisah dan sosok-sosok tokoh yang hidup. Porsi penggunaan … tidak sampai mengganggu pembacaan. Dan bahasa Indonesia  digunakan secara rapi dan berhati-hati. Kendati demikian naskah ini masih lebih jauh lagi. Khususnya dalam menampilkan segi-segi tertentu kehidupan masyarakat local yang menjadi sorotan naskah ini. Tak terhindar dari pembentukan atau pengukuhan stereotype atas masyarakat local yang menjadi subjeknya.

….Panjang tentang jarak kita yang jutaan tahun cahaya nomer 202, adalah meninggalkan … positif karena kemampuannya membangun naratif yang konsisten dan intens sepanjang cerita. Dibutuhkan penguasaan bahasa Indonesia yang…. Pengarang tampak jelas memiliki kematangan dalam mengolah teknik dan kata untuk membuat cerita menjadi menarik dan dengan cepat berubah menjadi membosankan. Akan tetapi dominasi narasi terasa sangat … dan akibatnya sosok tokoh tidak sungguh-sungguh dapat dimunculkan dan optimum. 

Demikian pemandangan dari kami, dewan juri dan pertanggungjawaban kami malam ini…”

 

Satu hal yang perlu digaris bawahi bahkan dicetak tebal “Naskah2 ini belum memenuhi syarat untuk disertakan dalam lomba seperti sayembara menulis novel DKJ ini dan barangkali perlu dicarikan wadah lain yang lebih sesuai“. Naskah yang tidak berhasil minimal masuk 20 besar lebih baik disertakan dalam lomba yang lebih sesuai dengan temanya. So.. jangan menyerah…. Semangaatttttt…

Posted by: biru langit | 12/23/2012

20 Besar Naskah Sayembara Menulis Novel DKJ 2012

Image

 

Akhirnya baru sempat lagi membuka blogku ini. memang beritanya sedikit terlambat. Tapi minimal bisa jadi catatan buat saya sendiri. Saat kamis sore tanggal 13 desember 2012. pas saya pulang kerja bapak kost mengantarkan sepucuk undangan, katanya sih undangannya sudah datang dari kemarin sore. Saat dilihat wahh ternyata undangan menghadiri malam anugerah sayembara menulis DKJ. Tadinya sempat berfikir, waaahh jangan-jangan saya menjadi alah satu pemenangnya nih… sudah lama juga saya tidak berseluncur di dunia maya tentang lomba-lomba menulis novel karena sibuk dengan urusan kantor (klise memang tapi atasanku resign lagi, bayangkan sampai beberapa level dalam waktu yang berdekatan sekaligus hiks..hiks..). malamnya saya membuka blog http://dkj.or.id/news/sastra/20-besar-naskah-sayembara-menulis-novel-dewan-kesenian-jakarta-2012. dan saya menemukan naskah saya ‘Pranala Dunia’ diurutan 20 besar.. hahaha Alhamdulillah….

20 Besar Naskah Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2012

Sayembara Menulis Novel DKJ 2012 telah  diikuti sekitar 300 peserta (naskah novel). Selama tiga bulan (September-November), Dewan Juri (Helvy Tiana Rosa, Manneke Budiman, dan AS Laksana) bekerja keras untuk memilih novel-novel terbaik yang pantas mendapatkan Penghargaan Novel DKJ 2012.Berikut 20 besar Novel terpilih yang akan dipilih satu novel terbaik dan empat novel unggulan – akan diserahkan pada Malam Penghargaan Novel DKJ,  pada tanggal 14 Desember  2012, pukul 19.30WIB-selasai di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jl. Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat:

1.Surat Panjang tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
2.Bayang-Bayang di Wajah Air
3.Pranala Dunia
4.Postru Pohon
5.Topi
6.Orang-Orang Kebun
7.Lelaki dari Kalipulung
8. AirMata Lelaki
9. Kepada Apakah
10. Sakura Telawang
11. Dasamuka
12. Pathetic Eden
13. Kei
14. Darim Dariyah
15. Semusim (Dan Semusin Lagi)
16. Dua Doa
17. Posmoderna
18. Simpul waktu
19. Mimin Mau Mondok
20. Mimin Kwojo

 

Posted by: biru langit | 10/04/2011

JADI GERSANG DAN TAMBAH MACET

seminggu yang lalu masih tegak berdiri, hanya saja garis silang merah sudah menandai seluruh barisannya. Dan sekarang hampir sebagian besar hanya tersisa cekungan tanah yang lumayan cukup dalam. apalagi didepan mall Klender. tadi malam saya lihat sudah gundul hiks..(sedih: mode on). yang saya maksud adalah pohon-pohon disepanjang jalan pondok kopi-I Gusti Ngurah Rai. padahal alasan saya kenapa memilih jalur ini setiap pulang pergi ke kampus di Cempaka putih karena masih banyaknya pepohonan. sepanas apapun udara disiang hari. kalau masih banyak pepohonan rasanya lumayan sedikit bisa ngadem sambil lalu.

memang tujuannya sangat bagus, karena rencananya disini jalur busway koridor 11 akan dibangun seperti permohonan doa restu yang tertulis di beberapa spanduk. koridor 11 ini akan menghubungkan Pulo Gebang – Kampung Melayu. Yang tentunya akan semakin mempermudah akses penduduk ke lokasi strategis di Ibukota.

Tapi saya agak sulit membayangkan bagaimana nanti kedepannya. Karena sebelumnya pun, saat saya mulai sering melewati jalur ini (Kranji-Pondok Kopi-Klender) menuju kampus dari tempat tinggal saya di Bekasi. Selain sempit, setiap kali saya lewat macet hampir selalu mewarnai jalur ini. Memang sih tidak separah jalur Pulogadung atau jalur depan (istilah saya dan beberapa teman). Selama pembangunan koridor 11 ini saja kemacetan jadi bertambah semakin parah. Apalagi nanti pas koridor 11 sudah jadi yang akan membagi jalan sehingga mempersempit jalan untuk kendaraan selain busway. gak kebayang deh Koasi, Metromini, sepeda motor saling berebut. Duh…

Serba salah memang. dilain sisi pembangunan sangat penting. Tapi pastinya banyak yang dikorbankan seperti pepohonan disepanjang jalur koridor 11 yang nantinya akan berada. Bahkan kalau tidak salah banyak Pohon Asem Kranji yang terbilang sangat langka yang juga ikutan ditebang. sangat disayangkan karena begitu gampangnya menumbangkan pepohonan padahal butuh waktu yang sangat lama untuk ia bisa berdiri tegak. mungkin tidak akan jadi masalah kalau saja pohon dapat tumbuh dengan instan.

Entah kapan kita bisa pulang dari supermarket dengan sekantung benih pohon-pohon yang langka. Tinggal buka bungkus benih pohon, masukkan ke tanah, tuang secangkir air lalu voila… pohon langkai langsung tumbuh setinggi 50 meter (ngimpi: mode on). Kayaknya Jalur Pulogadung bakal jadi pilihan lagi nih (sambil tersenyum masam)

Posted by: biru langit | 10/04/2011

FOTO LAMA CHARLIE ST 12

belum lama ini saya menemukan Facebook pak guru biologi saya saat SMP. senengnya bukan main. karena beliau adalah guru favorit saya. berawal dari rasa ingin tahu tentang perjalanan hidup beliau sampai sekarang. saya membuka-buka gallery foto di facebooknya. tak menyangka saya menemukan foto Charlie saat belum tenar. foto itu diupload karena pada acara perpisahan tersebut pak Guru saya menjadi MC-nya.

beda ya tampangnya ama sekarang hihihi

Posted by: biru langit | 08/03/2011

sayembara menulis puisi dengan tema “PAHLAWAN ”

Dalam rangka memperingati dan menyemarakkan HUT RI yang ke 66, Forum Sastra Bumi Pertiwi (FSBP) mengadakan sayembara menulis puisi dengan tema “PAHLAWAN ”

Tema: PAHLAWAN

Pahlawan di sini diartikan secara lebih luas, tidak terfokus pada pahlawan yang berjuang pada masa penjajahan Belanda, tetapi lebih kepada pemaknaan kata “Pahlawan” itu sendiri. Ayah, ibu, guru, presiden, petani, pedagang, nelayan, TKW, bahkan buruh yang berjuang demi menghidupi keluarga pun dapat diartikan sebagai pahlawan.

Syarat lomba :

1. Peserta adalah warga Negara Indonesia tanpa batasan usia
2. Naskah berbahasa Indonesia, diketik di kertas kuarto, spasi 1, font Times News Roman, ukuran 12
3. Panjang naskah antara 50 hingga 300 kata
4. Naskah harus asli, bukan terjemahan, saduran atau hasil plagiat
5. Naskah belum pernah dipublikasikan di media manapun dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain
6. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah puisi
7. Sertakan biografi singkat penulis (Max 100 kata), no Hp, email dan alamat rumah di bagian akhir naskah
8. Setiap puisi /setiap judul naskah yang diikutsertakan wajib membayar uang pendaftaran RP 10.000,-
9. Uang pendaftaran ditransfer ke Bank BRI No. Rekening : 5412-01-013576-53-1 atas nama Abdur Rahim.
10. Bukti transfer discan atau difoto, lampirkan beserta naskah puisi, lalu kirim ke email: puisifsbp@yahoo.co.id
11. Format subject (Nama Penulis-Judul Naskah). Contoh: Agus Santosa-Pahlawan Kemerdekaan
12. Karya peserta diterima panitia paling lambat tanggal 17 Agustus 2011
13. Pemenang diumumkan paling lambat pada tanggal 15 September 2011 di blog FSBP http:// forumsastrabumipertiwi.blogspo​t.com atau Facebook : Forum Sastra Bumi Pertiwi (Page dan Group)
14. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat

Hadiah:

Pemenang 1 uang tunai Rp 2.000.000,- + piagam penghargaan
Pemenang 2 uang tunai Rp 1.000.000,- + piagam penghargaan
Pemenang 3 uang tunai Rp 500.000,- + piagam penghargaan
5 pemenang harapan mendapat paket buku + piagam penghargaan
50-100 karya terbaik akan dibukukan dan didistribusikan nasional
Seluruh peserta mendapat piagam penghargaan dalam format JPEG

Dewan juri

1. Drs. Suyatno Iswandi
2. Melinda Suzana, Mpd
3. Drs. Zakaria Harahap

Contact person: Rahmad Yulianto 083187879438

Posted by: biru langit | 08/03/2011

LOMBA CIPTA CERPEN PEMUDA 2011 ~

Buat Kamu2 yang ngaku pemuda(16-30 Tahun), ikuti: LOMBA CIPTA CERPEN PEMUDA 2011 ~

LOMBA CIPTA CERPEN PEMUDA 2011

TEMA: “KETIKA PEMUDA MEMBANGUN MASYARAKATNYA”

KETENTUAN LOMBA
1. Peserta adalah WNI (P/L) dari unsure Pelajar, Mahasiswa, dan Pemuda Umum berusia 16-30 tahun.
2. Penulisan cerpen dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
3. Cerpen diketik degnan huruf TNR, ukuran 12, spasi 1 ½, maksimal 20 halaman kwarto.
4. Peserta bebas menulis cerpen dengan judul apa saja, namun isi cerpen berkaitan dengan tema lomba.
5. Isi cerpen tidak mendiskreditkan SARA, gender, dan tidak melanggar UU Pornografi atau perundang-undang lainnya.
6. Cerpen yang diikutkan lomba adalah karya yang belum pernah dipublikasikan di mana pun dan dalam bentuk apapun.
7. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 judul cerpen dari karya terbaik.
8. Melampirkan biografi singkat maksimal 1 halaman, foto kopi KTP, dan mencantumkan nomor kontak aktif (rumah, kantor, atau handphone) yang bias dihubungi.
9. Melampirkan fotokopi buku tabungan atas nama peserta dan NPWP pribadi (hadiah akan ditrasfer langsung ke rekening pemenang).
10. Batas terakhir penerimaan naskah cerpen dan lampirannya pada jumat, 10 Sepetember 2011.
11. Naskah cerpen yang sudah dikirim menjadi hak panitia dan tidak dikembalikan oleh panitia.
12. Dewan juri memutuskan 20 cerpen sebagai nominator, 20 cerpen tersebut akan dibukukan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga RI bekerjasama dengan Yayasan Dayamuda Nusantara (Yadanu) dan Penerbit Auracitra. Dari 20 cerpen nominator. Dewan juri memilih 3 pemenang dan 3 pemenang harapan, 14 tersisa tetap sebagai nominator.
13. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat oleh pihak mana pun.
14. Dewan juri berhak membatalkan keputusannya, jika di kemudian hari diketahui karya pemenang lomba melanggar karya cipta orang lain (plagiat) atau mengikuti lomba sejenis atau telah dimuat di koran/ majalah.
15. Hak cipta tetap ada pada penulis, sedangkan panitia hanya memiliki hak mempublikasikan dalam bentuk buku kumpulan cerpen.

ALAMAT PENGIRIMAN :

A. VIA POST :
PANITIA LOMBA CIPTA CERPEN PEMUDA 2011
ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN KREATIFITAS PEMUDA
DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA
KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA RI

Jalan Gerbang Pemuda No. 03 Senayan, Jakarta

B. VIA E-mail : yadanu@ymail.com

HADIAH PEMANANG :

1. Tiga pemenang akan mendapatkan hadiah berupa tropi, piagam penghargaan, buku kumpulan cerpen, dan uang tunai sebesar :
Juara I : Rp. 7.000.000,-
Juara II : Rp. 6.000.000,-
Juara III : Rp. 5.000.000,-

2. Tiga pemenang harapan akan mendapatkan hadiah berupa piagam penghargaan, buku kumpulan cerpen, dan uang tunai sebesar :
Juara Harapan I : Rp. 3.000.000,-
Juara Harapan II : Rp. 2.000.000,-
Juara Harapan III : Rp. 1.000.000,-

3. Empat belas nominator akan mendapatkan piagam penghargaan dari buku kumpulan cerpen.
4. Total hadiah uang tunai sebesar Rp. 24.000.000,-
5. Hadiah uang tunai tersebut di atas belum termasuk pajak.

PENGUMUMAN PEMENANG :

JUM’AT 30 SEPTEMBER 2011
di www. kemenpora.go.id

Tema: Menjadi Guru Inspiratif

Namamu selalu bergelora
Dalam hatiku
Jasa dan benih yang engkau tanam
Kini telah tumbuh bersemi
Terpujilah engkau wahai guruku pahlawan hidupku
(Saifuddin Usman)

Dari siapa kita bisa membaca kalau bukan dari guru. Dari siapa kita bisa menulis kalau bukan dari guru. Dari siapa kita memperoleh pengetahuan kalau bukan dari guru.

Guru merupakan profesi yang sangat mulia. Karena ia memberikan ilmunya kepada kita. Gurulah yang mengajarkan kita berbagai ilmu pengetahuan. Dan di balik aktifitas mengajarnya, tersimpan pengorbanan yang tiada tara. Tanpa guru apa artinya sebuah bangsa. Sebesar apapun bangsa itu. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati gurunya. Kita semua bisa menjadi saat ini dengan berbagai profesi (salah satunya) karena guru, bukan?

Kami mengundang rekan-rekan untuk berbagi pengalaman berharga dan berkesan pada saat menjadi guru, baik guru di sekolah formal (TK, SD, SMP, SMA, SLB) maupun non-formal (ponpes, kursusan, panti asuhan, privat, dll.). Pengalaman tersebut bisa ditulis oleh guru sendiri, muridnya, mantan muridnya, atau orang lain yang menjadi saksi kiprah seorang guru yang inspiratif.

Naskah yang terpilih akan disertakan dengan tulisan A. Fuadi dan diterbitkan oleh Bentang Pustaka.

Syarat-syarat dan ketentuan:
Panjang tulisan sekitar 10 halaman, Times New Roman spasi 2, Font 12, kertas A4.
Belum pernah dimuat dan dipublikasikan di media mana pun
Kirimkan tulisan Anda dalam bentuk file ke email redaksi: man.jadda2011@gmail.com dengan subjek: Man Jadda Wajada: Menjadi Guru Inspiratif
Tulis biodata Anda dalam bentuk narasi di bawah tulisan Anda beserta alamat lengkap dan nomor telepon.
Tulisan yang terpilih berhak mendapatkan fee sebesar Rp 300.000,- (Tiga Ratus Ribu Rupiah) dan mendapat paket buku dari Bentang Pustaka, termasuk buku Man Jadda Wajada Series: Menjadi Guru Inspiratif (jika sudah terbit).
Naskah diterima paling lambat Jumat 19 Agustus 2011.

Terima kasih
Bentang Pustaka

Older Posts »

Categories