Posted by: biru langit | 01/23/2010

Kegiatan FLP Bulan Januari 2010

Setelah workshop kepenulisan 24 Oktober, pertemuan 22 November (yang membahas Cerpen dan Kepenulisan secara umum), lalu disusul dengan pertemuan 27 Desember (yang membahas tentang Puisi), FLP Bogor kembali akan mengadakan pertemuan bulanan calon anggota pada

Hari, tanggal: Ahad, 24 Januari 2010
Waktu: Pukul 13.00-17.00 WIB

Bertempat di Ruang ASMA, Masjid Al-Hurriyyah IPB Darmaga
dengan tema bahasan “Menulis Esai dan Opini”

Siapkan juga contoh karya untuk didiskusikan bersama. Karya dikirim ke e-mail irnasyahrial@yahoo.com

Narakontak:
Mbak Dari (0817 6505 954)
Bu Irna (0813 1854 2811)

Posted by: biru langit | 01/03/2010

perubahan di awal 2010

akhir tahun 2009 menjadi bulan tersibuk dalam rutinitas pekerjaanku. boleh dibilang hampir tak ada jeda untuk beristirahat. sebab sabtu minggu harus masuk sebab stock produk untuk akhir tahun kosong da permintaan marketing sedang naik. libur akhir tahun pun yang biasanya selalu ada untuk tahun ini digantikan menjadi cuti pribadi dan karyawan masuk seperti biasa. bahkan untuk mengupdate blog ini pun tidak sempat. termasuk naskahku untuk Salamadani yang mentok di bab 5 (memang si ad yang bilang kalau kita punya mimpiu, sebanyak apapun rintangan. kita haru berjuang keras mengejarnya).

bekerja keras untuk memberikan yang terbaik untuk perusahaan tempatku bekerja. apalagi tuntutan dan target yang semakin tinggi. lebih membuatku memilih untuk beristirahat dengan tidur. supaya keesokan pagi bisa kembali dengan semangat 45.

suatu hari, saat aku masuk shift dua (masuk jam tiga sore dan pulang jam sebelas malam- tapi biasanya aku baru pulang jam setengah satu malam). aku mendapat pesan dari staf administrasi. katanya aku diminta menemui manager QO. loh memang ada apa ya aku diminta menghubungi manager QO. apakah ada sesuatu hal. sebab aku bekerja di departemen produksi. jadi kalau ada yang ingin disampaikan manager QO untuk bagian Produksi. tentunya akan melalui atasanku terlebih dahulu. hatiku dipenuhi pertanyaan saat hendak menemuinya. ternyata beliau sedang meeting jadi aku hari itu gagal menemuinya.

besoknya aku bertemu beliau saat hendak memasuki area produksi. dan aku diminta untuk ke ruangannya saat itu juga. terus terang aku sangat gugup saat itu. ruangan manager QO yang bersuhu sekitar 22 derajat celcius tak mampu mengusir keringat yang keluar. dengan santai beliau bicara ngalor-ngidul mungkin berusaha membuatku tenang terlebih dahulu.

ternyata beliau akan membuat suatu proyek di awal 2010 untuk mengurangi reject produk yang diproses di perusahaan lain (Toll manufacturing). beliau meminta aku untuk menjadi salah satu bagian dari proyek itu. kakiku saat itu juga serasa tak berpijak. mengawang gak jelas gitu. tapi proyek tersebut akan banyak menyita waktuku di luar kota. Bandung khususnya. aku benar-benar tak percaya saat itu. dan bodohnya aku saat itu juga tak anggup untuk mengiakan ataupun menolaknya.

akhirnya beliau memberikan aku waktu untuk berpikir dahulu. setelah berjabat tangan. aku kembali ke ruangan produksi tempatku bekerja. sampai dengan malam harinya saat aku kembali ke tempat kost. aku masih merasa mengawang. beliau memang memberiku waktu untuk berpikir tapi meminta aku segera memberikan jawabannya.

malam-malam selanjutnya kuisi dengan shalat istikharah. berusaha mendapat jawaban yang terbaik untukku di masa  depan. dan di senin pagi tanggal 28 aku kembali meghadap ke ruangan pak manager QO. dan mengiyakan tawaran dari beliau. dada ini rasanya plong saat keluar ruangannya. langit dipenuhi gerimis saat aku kembali keruangan produksi. mudah-mudahan gerimis ini menjadi petunjuk bagiku. bukankah hujan itu pertanda rahmat dari sang Maha Pencipta.

memang berat aku memilih tawaran ini. tapi ini adalah tantangan buatku untuk maju ke depan. seandainya aku tetap bertahan di departemen produksi. karirku akan mentok dan gak berkembang. salah satu yang aku korbankan adalah kegiatan rutin bulananku bersama FLP Bogor yang sedang berusaha bangkit. dengan rutinitasku yang baru di 2010 yang banyak menyita waktuku di luar kota terutama Bandung. tentu aku semakin sulit untuk membagi waktu bolak-balik ke Bogor. maafkan aku teman. aku akan rehat sementara waktu dari kegiatan FLP Bogor untuk sementara. insya Allah FLP Bogor akan tetap bertahan dan semakin maju.

Posted by: biru langit | 01/03/2010

ST 12 : P.U.S.P.A itu benar-benar ada dan nyata…

liburan kali ini tak sengaja bertemu beberapa teman lama jaman SMA. banyak cerita yang menari dari lidah kita masing-masing. sepuluh tahun meninggalkan bangku SMA tentu yang paling hot dan yang ditanyakan pertama kali seputar  status. eh si anu sekarang udah jadi pengacara, si anu kerja di batam, atau banyak yang udah jadi guru n ngajar, atau sudah nikah belum, si itu sudah nikah belum atau mantan pacar loe udah punya anak dua loh. ya kurang lebih hal-hal semacam itu (lebih ke gosip, udah kayak ibu – ibu ya hehehehe…). sampai temanku yang asli desa damarguna itu sampai pada si anu (temanku yang dulu borju banget) coz didaerah asalku sekolah bawa mobil kala itu masih dibilang mewah banget.

eh dia nikah sama si Puspa loh katanya. Otakku langsung berputar keras. rasa-rasanya aku belum pernah mendengar nama itu. siapa sih Puspa?… kayaknya gak ada teman satu sekolahku yang bernama Puspa deh (yang tinggal seputaran Ciledug, Damarguna dan Jatiseeng). eh ternyata memang bukan anak SMA ku tapi sewaktu SMP-nya satu sekolah dengan temanku ini. lah memangnya kenapa tanyaku lagi. loh  si Puspa inikan yang dulu ditaksir berat sama si Charlie. Charlie mana? tanyaku, sebab gak ada teman satu SMA ku yang bernama Charlie. Charlie ST 12 kata temanku kemudian. Oooo…. Charlie yang itu. pantas saja Charlie naksir berat, si Puspa memang cantik banget orangnya papar temanku. tapi sayang dulu cinta Charlie bertepuk sebelah tangan.

hmhmhm.. sepertinya lagu P.U.S.P.A yang Charlie ciptain khusus untuk mengenang kisah cintanya yang bertepuk sebelah tangan.

P.U.S.P.A

Kau gadisku yang cantik
Coba lihat aku disini
Disini ada aku yang cinta padamu

Kau gadisku yang manis
Coba lihat aku disini
Disini ada aku yang rindu padamu

Chorus :
Walau kutahu bahwa dirimu
Sudah ada yang punya
Namun kan kutunggu sampai kau mau
Oh.. oh.. oh..

Reff :
Jangan-jangan kau menolak cintaku
Jangan-jangan kau ragukan hatiku
Ku kan slalu stia menunggu
untuk jadi pacarmu
Jangan-jangan kau tak terima cintaku
Jangan-jangan kau hiraukan pacarmu
Putuskanlah saja pacarmu
Lalu bilang I Love You… Padaku

dalam rangka menyebarluaskan info……..
LOMBA KISAH KASIH IBU
Word Smart Center dan Penerbit Mizan

mother and son02

Kasih ibu
kepada beta
tak terhingga
sepanjang masa

hanya memberi
tak harap kembali
bagai sang surya
menyinari dunia

* * *

“…dengan setinggi-tingginja budi dan semulia-mulianja tenaga mendjalankan kewadjiban “keperempuanannja” mendidik putera-puteranja, dengan keinsjafan dan keridlaan-niat jang tertentu, sebenarnja mendidik putera-puteranja natie:–Hendaklah mereka terutama terhadap pada kewajiban keperempuannja mendidik anak-anaknja, dengan insjaf seinsjaf-insjafnja, bahwa selamat-tjelakanja bangsa sebenar-benarnja adalah di dalam genggaman mereka itu. Hendaklah mereka oleh karenanja, semuanya bertabiat sebagai ibu jang besar….” (Kongres Kaum Ibu –”suluh Indonesia Muda”, 1928– dalam buku Dibawah Bendera Revolusi, Ir. Soekarno [1959])

* * *

Lebih dari 75 negara di belahan dunia, seperti Amerika, Kanada, Jerman, Italia, Belanda, Jepang, Taiwan, Hongkong, Malaysia, Singapura, Australia dan seterus, merayakan Hari Ibu atau Mother’s Day pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei untuk mengenang aktivis sosial Julia Ward Howe (1870) mencanangkan pentingnya perempuan bersatu melawan perang saudara. Beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Ibu diperingati setiap bulan Maret untuk memuja Dewi Rhea, istri Dewa Kronus, dan ibu para dewa dalam sejarah Yunani Kuno. Sedangkan di Indonesia berdasarkan keputusan Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938 dan dikukuh oleh Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu Indonesia untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa.

Sebagai seorang anak, kita berkewajiban agar ibu kita selalu berbahagia. Kita merayakan mereka, bukan karena sebagaimana termaktub di atas. Bukan karena mereka berani mengangkat senjata seperti Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain. Bukan karena mereka bangkit memperjuangkan hak-hak perempuan seperti yang dilakukan oleh Kowani (Kongres Wanita Indonesia). Bukan pula karena mereka menjadi pemimpin bangsa sebagaimana dilakukan oleh Maria Ulfah yang menjadi menteri wanita pertama kali tahun 1950.

Kita persembahkan Hari Ibu/Mother’s Day karena selama sembilan bulan kita bersemayam dalam rahim ibu kita; karena mereka berteriak dan berdarah-darah saat melahirkan ke dunia ini; karena mereka selama dua tahun memberi kita ASI penuh dengan kesulitan dan kurang tidur; karena mereka mengantarkan kita ke masa balita penuh dengan rasa cemas; karena mereka menyekolahkan kita dengan banting tulang dan rintihan do’a, karena mereka membimbing kita akan mendapatkan pekerjaan; dan karena tetap menyanyangi kita hingga akhir hayat.

Yang paling utama adalah, kita melakukannya, karena perintah Allah Swt: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. . Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Israa[17] : 23) Dan tentu saja untuk berbuat baik itu tidak harus menunggu tanggal 22 Desember setiap tahun sekali, melainkan tiap hari, bahkan tiap detak jantung kita.

Dan salah satu cara kita berbuat baik terhadap mereka adalah mengabadikan kasih sayang mereka itu dalam bentuk tulisan. Sebab, dengan menuliskan perjuangan mereka membesarkan kita, kejujuran mereka dalam menasehati kita, kedisiplinan dan keadilan mereka dalam membentuk karakter kita, dan masih banyak prinsip-prinsip atau pun nilai-nilai yang mereka berikan kepada kita, merupakan sebuah sarana agar mereka menjadi buah tutur yang baik sebagaimana Nabi Ibarahim Alaihis salam pinta: “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian.” (QS. Asy-Syu’ara [26]: 84)

Oleh sebab itu, WORD SMART CENTER sebagai komunitas dunia kepenulisan dan perbukuan –bervisi Menuju Indonesia Mulia, Cerdas, Mandiri, dan Kreatif– bekerjasama dengan Penerbit Mizan menyelenggarakan acara LOMBA KISAH KASIH IBU sebagai kado cinta kepada kaum ibu.

T E M A

Lomba ini bertemakan:

“Kasih Ibu Sepanjang Masa, Selalu Memberi Tak Harap Kembali”

K A T A G O R I L O M B A

Katagori lomba adalah nonfiksi dalam bentuk esai, memoar, biografi singkat, atau tulisan seperti dalam buku Chicken Soup.

K R I T E R I A C E R I T A dan I S I T U L I S A N

1. Cerita harus berdasarkan kisah nyata (real story) atau berdasarkan fakta dan bisa dipertanggungjawabk an kebenarannya, baik dialami oleh penulis sendiri, atau orang lain;
2. Isi cerita tidak boleh melanggar SARA, bernuansa pornografi, atau bertentangan dengan prinsip dan nilai kebenaran;
3. Cerita atau isi tulisan harus memberikan motivasi, inspirasi, dan pelajaran berharga bagi para pembaca.

K R I T E R I A N A S K A H

1. Berupa naskah tertulis dan disajikan secara sistimatis, sinkron, dan tuntas (tidak bersambung);
2. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar;
3. Naskah belum pernah diikutkan dalam lomba menulis, tidak sedang diikutkan dalam lomba menulis lainnya, atau disertakan dalam pembuatan buku antologi;
4. Naskah asli (karya sendiri) dan belum pernah diterbitkan dan atau dipublikasikan di media massa;
5. Naskah lomba minimal 5 halaman dan maksimal 15 halaman, ukuran kertas A4, spasi 1,5, jenis huruf Times New Roman, ukuran huruf 12;
6. Menyertakan biodata singkat atau identitas lengkap (file terpisah dari naskah lomba), meliputi: nama lengkap, TTL, pendidikan, alamat lengkap, nomor telepon/HP, email, no. rekening, plus fotokopi/scan (dengan resolusi secukupnya, tidak perlu terlalu tinggi/besar) kartu identitas diri (KTP/Pasport/ SIM/dsb).
7. Bersedia menerima sangsi hukum apabila naskah terbukti hasil plagiasi dan atau terjemahan.

P E N G I R I M A N N A S K A H

- Naskah diterima panitia paling lambat tanggal 10 Desember 2009;
- Naskah diberikan dalam bentuk soft copy (file) yang dikirim ke e-mail kisahkasihibu@ yahoo.com dan dicckan ke wordsmartcenter@ gmail.com;
- Semua naskah tidak dikembalikan dan menjadi hak milik panitia.

K R I T E R I A P E S E R T A

1. Peserta lomba terdiri atas pelajar, mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, dan masyarakat umum WNI (tanpa batasan usia), baik berdomisili di Indonesia maupun di luar negeri;
2. Setiap peserta boleh mengirim lebih dari satu naskah, sebanyak-banyaknya tanpa batas;
3. Peserta bukan tim penilai/juri;
4. Panitia lomba boleh mengikuti lomba;
5. Peserta terdaftar sebagai member milis wordsmartcenter@ yahoogroups. com (bagi yang belum terdaftar silahkan mendaftarkan diri ke alamat ini: http://groups. yahoo.com/ group/wordsmartc enter/, atau mengirim e-mail kosong ke: wordsmartcenter- subcribe@ yahoogroups. com atau wordsmartcenter@ yahoo.com)

P E N G U M U M A N P E M E N A NG

- Pemenang lomba akan diumumkan pada tanggal 22 Desember 2009 bertepatan dengan HARI IBU (Mother’s Day) di milis wordsmartcenter@ yahoogroups. com.
- Pemenang akan dihubungi panitia lewat e-mail/SMS untuk menerima hadiah.

H A D I A H

- Juara pertama sebesar USD 200 (Dua ratus Dolar Amerika)
- Juara kedua sebesar USD 150 (Seratus Lima Puluh Dolar Amerika)
- Juara ketiga sebesar USD 100 (Seratus Dolar Amerika)
- 3 juara harapan mendapatkan paket hadiah buku senilai Rp. 200.000,- dari Penerbit Mizan.
- 4 juara hiburan mendapatkan hadiah buku senilai Rp. 100.000,- dari Penerbit Mizan.
- Biaya pengiriman hadiah untuk juara I, II, dan III ditanggung oleh para pemenang.

H A K C I P T A

- Hak cipta ada pada penulis naskah;
- Hak terbit ada pada Word Smart Center untuk satu kali penerbitan;
- Royalti akan dihibahkan untuk kegiatan dan program Word Smart Center;
- Setiapkali buku terbit para penulis akan mendapatkan 3 eksemplar dari penerbit.

Didukung oleh:
www.radioppidunia. com dan www.matadunia. com

Keterangan lebih lanjut hubungi:
Udo Yamin Majdi (+20108158391) atau Rashid Satari (+20100120381) atau kirim e-mail ke: kisahkasihibu@ yahoo.com

Posted by: biru langit | 11/02/2009

BERJUANG KERAS…

Mendapat beasiswa berupa pelatihan menulis karya terobosan ternyata tak selamanya menyenangkan. memang saat pertama kali mendapat kabar tersebut. kembang api serasa membuncah dalam dada.

AG00281_

sekarang setelah pelatihan lewat berbulan-bulan kemudian kok semuanya seperti lewat begitu saja. selain tenggelam dalam kesibukkan masing-masing. konsep novel yang diajukan dan di-acc oleh mentor-mentor ternama dari salamadani dan FLP Jawa Barat belum juga terealisasikan.mengumpulkan data untuk menutup lubang cerita ternyata juga nggak gampang. kalau pun datanya sudah ketemu. proses menuangkannya dalam tulisan juga menjadi tantangan lain lagi. maklum penulis pemula. halah…

setelah kemarin alhamdulillah sudah mengirimkan naskah mentah (walaupun cuma satu bab setengah). dan sampai sekarang kok belum ada jawaban ya. tapi positife feeling aja. mungkin saja ini karena terlalu banyak penulis -penulis pemula selain peserta KMKT yang mengirimkan naskahnya. seperti yang di terangkan mas Ali disalah satu sesi pelatihan. banyak sekali naskah datang ke penerbit yang harus dipilah.

sebetulnya naskah mentah itu hanya contoh tulisan saya. apakah sudah layak atau belum. sebab sebelumnya saya mencoba menulis di posisi penulis segala tahu a.k.a. sudut pandang orang ketiga. tapi susahnya minta ampun. karena saya masih kekurangan data. akhirnya saya memilih menulis dengan mengambil sudut pandang orang pertama. dengan harapan, si tokoh hanya tahu apa yang sedang terjadi dan dia alami saja. iyakan..betulkan… :-d (cari amannya gitu)

oke buat para peserta KMKT Salamadani keep fight frenz…..

Posted by: biru langit | 10/29/2009

TEMPAT PERTEMUAN FLP BOGOR PINDAH!

pertemuan tanggal 25 kemarin benar-benar yahud. acaranya benar-benar interakitif. sayangnya letaknya semakin jauh dari tempat bermukimku sekarang di Cikarang. peserta saling memperkenalkan diri dan terlihat sangat antusias. wajah puas menghiasi mereka disaat pertemuan berakhir.
begitu juga kak KOKO dan Mas Deny.

selain ada banyak kejutan juga alhamdulillah semuanya berjalan lancar. oh iya ada indo tambahan. dimulai pertemuan ahad kemarin. jadinya pertemuan rutin FLP dipindah ke al Ghifari- IPB Bogor. oke teman-teman selamat bergabung dan sama-sama berjuang di FLP Bogor.

Posted by: biru langit | 10/29/2009

Kenapa Orang Berjalan Cepat di Jepang?

sebuah catatan perjalanan Mbak erma Yulihastin di Hirosaki – Jepang.
Filosofi Jalan Cepat di Jepang

Setelah lebih dari dua minggu berada di Jepang, saya jadi terbiasa dengan jalan cepat ala Jepang. Bagaimanakah berjalan cepat ala Jepang itu? Begini kawan, berjalanlah dengan ritme cepat diimbangi tubuh yang terlonjak-lonjak bagai orang kena kejut listrik maka engkau telah melakukan jalan cepat ala Jepang yang kumaksud.

Kebiasaan ini tentunya tidak mudah begitu saja aku ikuti. Awalnya, caraku berjalan pelan saja tanpa beban –persis seperti umumnya cara orang Indonesia berjalan. Dengan cara pelan seperti ini tentu saja aku menghabiskan banyak waktu dalam menempuh perjalanan dari apartemen ke kampus.

Padahal kata Sensei, “Erma San, Anda hanya membutuhkan waktu 10 menit jalan kaki dari apartemen ke kampus.” Nyatanya selama aku di Jepang, rata-rata aku membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai di kampus. Cuma sekali saja, aku pernah mencapai rekor 11 menit, itu pun diakhiri dengan napas yang ngos-ngosan sesudahnya. Hehe…

Namun kemudian saya memahami bahwa jalan cepat ala Jepang ini memiliki setidaknya satu alasan kuat yang melatarbelakanginya . Yakni, upaya untuk melawan dingin. Suhu udara yang sangat dingin di Jepang harus diimbangi dengan gerakan tubuh yang memadai untuk menjaga tubuh tetap hangat dan nyaman, selain tentunya dengan mantel tebal, sarung tangan, slayer, penutup kepala, dan sejenisnya.

Terasa sekali bedanya, saat aku berjalan lenggang kangkung bak orang Jawa berjalan dan berjalan ala Jepang. Inilah yang membuatku akhirnya memutuskan alangkah lebih baik jika aku mengadaptasi cara mereka berjalan. Lebih cepat sampai, lebih baik. Supaya lebih cepat berada di dalam ruangan yang hangat dan nyaman. Supaya tidak berlama-lama terperangkap dinginnya udara yang menggigit.

Filosofi lainnya, kupikir karena mereka adalah bangsa yang memiliki kultur sangat menghargai waktu. Mereka tak mau membuang-buang waktu di jalanan, tanpa aktivitas positif yang lebih bermanfaat daripada sekadar berjalan kaki.

Kedua, kebiasaan orang Jepang tampaknya suka bekerja keras. Seolah-olah, mereka mendapatkan kepuasan dengan kerja keras itu. Kerja keras ini tampak dari begitu banyak orang yang naik sepeda dan berjalan kaki kemana pun. Bahkan dengan jarak yang berpuluh kilometer pun, mereka bersepeda. Seperti Izmi, rumahnya di dekat Stasiun dengan jarak lebih dari 10 kilometer ke kampus, dan dia lebih memilih naik sepeda daripada naik bus.

Padahal bus sangat mudah diperoleh, tersedia tiap 15 menit sekali, ada jadwal yang mengaturnya sangat jelas, dan bus-bus itu berhenti di halte yang telah ditentukan tepat waktu. Tapi anehnya, percaya atau tidak, bus-bus itu hanya dipenuhi oleh orang-orang renta dan lanjut usia. Aku sudah melihatnya sendiri setelah lebih dari enam kali naik bus di Hirosaki.

Oh ya, di Jepang (Hirosaki), hampir tidak ada sepeda motor yang berkeliaran di jalan raya. Bahkan, saking terkenalnya sepeda ontel, rambu-rambu lalu-lintas untuk sepeda saja dibuat, tapi tidak ada untuk sepeda motor. Bandingkan dengan Bandung! Rasanya untuk menempuh jarak dua kilometer saja orang-orang (tak peduli masih muda, kuat, segar, bugar) lebih suka naik angkot atau sepeda motor daripada jalan kaki. Jalan raya di Bandung pun penuh sesak dengan pengendara sepeda motor.

japan

Hirosaki 29 Oktober 2009

Older Posts »

Categories